Ticker

6/recent/ticker-posts

Bekerja di Akhir Pekan, Apa Itu Masalah Buatmu?

bekerja di akhir pekan


Ada yang bilang, bekerja di akhir pekan berbahaya bagi kesehatan. Karena tubuh dan pikiran dipaksa bekerja terus menerus tanpa libur, seperti layaknya manusia di jaman penjajahan. Perut yang minta diisi, belum lagi anak istri harus dinafkahi, apapun dilakukan demi asap dapur mengepul. 

Lantas, bagaimana jika Anda termasuk pada golongan orang-orang yang harus lembur alias melewatkan hari Minggu? Akankah ini menjadi nasib jomblo abadi, yang melewatkan kesempatan berkencan? 


Tidak Selamanya Stress

Jika dilihat dari sudut pandang lain, bekerja tidak selamanya membuat stress. Bagi beberapa orang terutama kaum freelancer, bekerja dianggap sebagai ‘hobi yang dibayar’. 

“Lakukan itu untuk kemuliaan, alih-alih pamer.” 

Ye Xiu, The King’s Avatar. 

Jadi kalau ada orang yang beranggapan bekerja di akhir pekan itu rentan stress dan sakit, maka itu tidak sepenuhnya benar. Karena hobi adalah obat stress. Lagipula mustahil manusia bekerja 24 jam, Anda tetap bisa tidur dan makan dengan enak. 


Tidak Akan Jadi Workaholic

Workaholic adalah sebutan untuk orang-orang yang gila kerja. Kaum workaholic bisa bekerja hingga 10 jam per hari, entah itu karena tuntutan, paksaan, atau juga ketagihan. Bisa disebut ketagihan jika seseorang merasa pekerjaan bisa membuat dirinya bangga dan mengabaikan kehidupan sosial. 

Tidak ada salahnya melakukan apa pun yang kita sukai, apalagi jika itu bisa menghasilkan uang dan membiayai kebutuhan sehari-hari. 

Jika Anda membenci pekerjaan saat ini, berhenti saja. Perusahaan juga tidak mau membayar karyawan yang menyumpah. 

Pertanyaannya, mengapa menyisihkan waktu untuk kehidupan sosial hanya bisa dilakukan saat akhir pekan? Anda tetap bisa berkirim pesan dengan teman atau keluarga sebelum tidur, bahkan Anda juga bisa menemui mereka di hari-hari lain. 


Produktivitas Tetap Stabil

Ada pula yang beranggapan bahwa bekerja di akhir pekan menyebabkan produktivitas menurun. Anggapan ini muncul karena manusia tidak diberi libur alias istirahat, sehingga manusia cenderung bekerja seperti Squidward. Baik atau buruk kinerja mereka, yang penting absen sidik jari. 

Bekerja di akhir pekan berbeda dengan bekerja tanpa libur. Tidak apa-apa bekerja di hari Sabtu atau Minggu, selama Anda bisa mengambil jatah malas-malasan di hari-hari lain.

Bagaimana jika penulis, pengarang komik, dan musisi mendapatkan ide di hari Minggu? Apakah mereka harus menunda dulu ide itu dan mengeksekusinya di hari Senin? 

Tentu saja tidak. Mereka akan bekerja saat mendapat panggilan batin, dan itu bisa menjaga produktivitas tetap stabil. 


Tetap Punya Me Time dan Family Time

Me Time adalah waktu dimana seseorang meluangkan waktu untuk kesenangan dirinya sendiri. Sesuatu yang membuatmu merasa senang dan bebas tanpa merugikan orang lain. Cowok punya me time dengan main game, cewek punya me time dengan berbelanja. 

Sekalipun bekerja di akhir pekan, Anda tetap bisa meluangkan waktu satu jam untuk bermain game. Karena main game bisa dilakukan kapan saja, bahkan kuota internet paket begadang lebih murah. Sama halnya dengan wanita, berburu diskon di Shopee tetap seru, kok. 

Dan family time bisa dilakukan pada hari-hari lain. Buat janji dengan mereka dan tepati. 

Terkadang, keluarga yang sesungguhnya bisa jadi adalah rekan kerja. Mereka selalu bersamamu dikala senang maupun susah. Maka, jalinlah kekompakan dengan mereka sekalipun itu sulit. 

Posting Komentar

8 Komentar

  1. Gak samasekali. Soalnya hari libur itu kesepian wkkk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Daripada meratapi kesepian lebih baik lakukan hal positif ya wkwk

      Hapus
  2. berhubung saya lagi butuh butuh butuh, yaa sementara jalanin aja walau ga ada libur sih haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. seluruh hidupku sudah jadi hari kerja tak ada hari libur hahaha

      Hapus
  3. Semasih itu hobi dan di sukai menurut saya enggak masalah sih mba,...he-he ☺

    BalasHapus
  4. Gak masalah, karena pekerjaanku saat ini adalah yang saya cintai.

    BalasHapus
  5. Saya dulu suka banget bekerja, bahkan setiap harinya udah lembur sampai tengah malam, eh hari Minggu disuruh lembur juga saya hepi banget hahaha.

    Tapi memang setelah menikah dan punya anak, lembur itu jadi bikin tertekan, di sisi lain saya senang, tapi di sisi lain juga saya kasian ama anak.
    Jadilah saya ibuk rumah tangga hahahaa

    BalasHapus
  6. Aku tuh yang sering banget dikenal sebagai "workaholic", padahal aku ada saat-saat me-time tapi kalo udah me-time menghilang dari jejak media sosial. Itu nggak salah kan? Hehe...

    Aku biasanya sih hari aktif kerja di perusahaan, tapi kalo weekend kerja untuk start up yang aku dirikan. Hehe...

    Tapi, tetep aja, aku pasti akan punya waktu libur yang aku buat produktif. Semisal ngisi blog atau sejenisnya.

    BalasHapus